Senin, 05 April 2010

ARTICLE

ARTICLE

An article ( abbreviated art ) is a word that combines with a noun to indicate the type of reference being made by the noun. Articles specify the grammatical definiteness of the noun, in some languages extending to volume or numerical scope. The articles in the English language are the, a, and an.

Types Article

· Definite article

A definite article indicates that its noun is a particular one (or ones) identifiable to the listener. It may be the same thing that the speaker has already mentioned, or it may be something uniquely specified. The definite article in English is the.

Ex : The children knew the fastest way home.

· Indefinite article

An indefinite article indicates that its noun is not yet a particular one (or ones) identifiable to the listener. It may be something that the speaker is mentioning for the first time, or its precise identity may be irrelevant or hypothetical, or the speaker may be making a general statement about any such thing. English uses a or an (depending on the initial sound of the next word) as its indefinite article.

Ex : She had a house so large that an elephant would get lost without a map.

Minggu, 28 Maret 2010

Application Letter - asking for someone's reference

SAMPOERNA GROUP
Jln. KIIC No. 78
Karawang 41361


March 20th , 2010


Mr. George
Executive Director
Jln. Resinda No. 14
Karawang 41361

Dear Mr. George ;

Miss Annisa Istiqomah applied for the position of Staff Accounting to the President Director of this company and has given your name as a reference.

We would be very grateful if you could give us your opinion of her suitability for the position we have. We are particularly interested in appointing someone with accounting background and some work experience with job training skills in Toyota Karawang.

Any information that you can give us will of course be treated as strictly confidential.


Sincerely yours,


Albert Anderson
Personal Manager

CURRICULUM VITAE

CURRICULUM VITAE
Annisa Istiqomah


Date of birth : November 15, 1989

Age : 21

Nationality : Indonesia

Home Address : Jln. Perumnas bumi teluk jambe 263.
Karawang 41361

Marital status : Single

Education : Elementary School in 13 Jakarta
Junior High School in 10 Jakarta
Senior High school in 44 Jakarta
Gunadarma University majoring in Accounting Computer

Activities : As student from Gunadarma University

Work experience : Juny - Augst 2010 training job in Toyota Karawang

Skills : Typing and Accounting Computer

Interest : Listening music and Reading

Language : Fluency in English

APPLICATION LETTERS

Toyota Corporation
Blok II No. 22
Karawang 41361


March 27th , 2010

Mr. James
General Manager
Jln. KIIC 10
Karawang 41361

Sir Mr. James ;

With reference to your advertisement in Karawang. Post of March 22nd , 2010. I would like to propose special job of Staff Accounting.

As you can see in my curiculum vitae, my education, and my work experience when I doing training job in Toyota Karawang have given me excellent accounting skill.

I can speak English well. Futher more, I am person who can work either independently or as part of a team. I am also resposable, hard working, and eager to learn. I will come for the interview if you need.

I look forward to your reply. Thank’s for your attention.

Your Obedient Servant,

ANNISA

Annisa Istiqomah


Enc : Curriculum Vitae

Senin, 22 Maret 2010

Tugas 2. Pengantar Struktur Data

Tugas Struktur Data


1. Apa hasil dari operasi berikut ini :

  • First = False, Second = False, Third = True

a. ( First and Second ) OR Trird

Hasilnya akan bernilai TRUE

b. First OR ( Second AND Trird )

Hasilnya akan bernilai FALSE

c. NOT First OR ( Second AND NOT Third )

Hasilnya akan bernilai TRUE

d. ( Second OR Trird ) AND ( NOT First OR Second )

Hasilnya akan bernilai TRUE

e. NOT ( NOT Second AND Third ) AND Frist

Hasilnya akan bernilai FALSE


2. Jika Diketahui :

  • S1 : " PAGI "
  • S2 : " SIANG "
  • S3 : " MALEM "

Apa hasil dari operasi berikut ini :

a. Lenght ( S1 ) + Lenght ( S2 )

Akan menghasilkan nilai 9

b. Lenght ( Concat ( S2, S3 ))

Akan menghasilkan nilai 10

c. Substr ( Concat ( S1, S2 ), 4, Lenght ( S1 + 1)

Akan menghasilkan nilai ISIAN

d. Insert ( S1, Delete ( S3, 1, 3 ), 1)

Akan menghasilkan nilai PAAMGI

e. Insert ( S1, Substr ( S2, 2, 3 ), 3 )

Akan menghasilkan nilai PAGIANI

Jumat, 12 Maret 2010

Buat Ibu Tercinta

Mengenangmu adalah hal terindah bagi kami ( Keluarga yang amat mencintaimu )....


Banyak peristiwa yang telah kita lewati bersama dalam suka & duka. Kami rindukan suasana, saat kau asuh, kau didik, kau bahagiakan kami, kau kuatkan hati, kau basuh jiwa kami, dengan suatu harapan semoga kmi menjadi manusia yang baik........................


Terima kasih atas jasa-jasamu pada kami, hatimu sebagai seorang islam marupakan cermin kami untuk selalu ikhlas, hidup rukun, kasih sayang, & rendah hati. Wawasanmu sebagai seorang ilmuwan adalah inspirasi & m0tivasi yang telah mengajarkan kami dalam menyikapi berbagai persoalan. Sikapmu sebagai seorang pamong telah menyatu dalam mendidik kami dengan segala ketegasan dan penuh tanggungajawab. Kami tau engkau telah menc0ba berbuat yang terbaik buat keluarga,bangsa & islam, namun keterbatasan sebagai manusia membuatmu tak berdaya untuk mewujudkan semuanya hingga kau kembali kepangkuan Allah SWT................................


Ya Allah kami sangat mencintainya dan dengan izin-Mu perkenankanlah kami mewujudkan harapan & cita-cita semasa hidupnya................


Ya Allah cintailah dia melebihi cinta kami kepadanya. Ampunilah semua dosanya. Sesungguhnya kami adalah makhluk yg tak berdaya. Hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan & hanya kepada-Mu lah kami akan kembali.................................................


Dari kami yang mencintaimu,..........l0ve u m0m.
Engkau takkan pernah tergantikan dihatiku, walaupun aku telah memiliki penggantimu...............

Selasa, 09 Maret 2010

KESALAHAN INFORMAL

Kesalahan informal biasanya dikelompokan sebagai kesalahan relevansi.
Kesalahan ini terjadi apabila premis-premis tidak mempunyai hubungan logis dengan kesimpulan. Yang termasuk ke dalam jenis kesalahan ini ialah:

1) Argumentum ad Hominem
Secara harafiah kesalahan itu berarti “argumentasi ditujukan kepada diri orang”.
Kesalahan itu terjadi bila seseorang mengambil keputusan atau kesimpulan tidak
berdasarkan penalaran melainkan untuk kepentingan dirinya, dengan mengemukakan alasan yang tidak logis sebenarnya. Misalnya, orang menolak pemerataan dengan alasan bahwa pemerataan itu merupakan yang dituntut orang komunis, sedangkan komunisme adalah aliran yang dilarang di sini (Alasan yang sebenarnya ialah karena pemerataan itu merugikan dirinya).

2) Argumentum ad Baculum
Baculum berarti “tongkat” Yang dimaksud di sini ialah suatu kesalahan yang
terjadi apabila suatu keputusan diterima atau ditolak karena adanya ancaman hukuman atau tindak kekerasan: Misalnya jika seorang mengakui kesalahan yang dituduhkan kepadanya (yang sebenarnya tidak dilakukan) karena ia diancam dengan kekerasan.

3) Argumentum ad Verucundiam atau Argumentum Adictoritatis
Kesalahan ini terjadi bila seseorang menerima pendapat atau keputusan bukan
dengan alasan penalaran melainkan karena yang menyatukan pendapat atau keputusan itu adalah yang memiliki kekuasaan.


4) Argumentum ad Populum
Arti harafiahnya ialah “argumentasi ditujukan kepada rakyat”. Argumentasi yang
dikemukakan tidak mementingkan kelogisan yang penting agar orang banyak tergugah. Hal ini sering dilakukan dalam propaganda.

5) Argumentum ad Misericordiam
Argumentasi dikemukakan untuk membangkitkan belas kasihan. Biasanya
argumentasi semacam ini dikemukakan bila seseorang ingin agar kesalahannya
dimaafkan. Misalnya seorang siswa yang mendapat nilai buruk mengatakan bahwa ia tidak mempunyai cukup waktu untuk belajar karena membantu orang tua mencari nafkah.

6) Kesalahan Non-Causa Pro-Causa
Kesalahan ini terjadi jika seseorang mengemukakan suatu sebab yang sebenarnya bukan merupakan sebab atau bukan sebab yang lengkap. Contohnya seorang laki-laki dinyatakan meninggal akibat jatuh dari tangga. Akan tetapi, pemeriksaan dokter menyatakan bahwa orang itu meninggal bukan karena jatuh. Ia mendapat serangan jantung ketika sedang menuruni tangga.

7) Kesalahan Aksidensi
Yang dimaksud dengan kesalahan aksidensi ialah kesalahan terjadi akibat
penerapan prinsip umum terhadap keadaan yang bersifat aksidental, yaitu suatu keadaan atau kondisi kebetulan, yang tudak seharusnya, atau mutlak yang tidak cocok. Misalnya, susu adalah minuman sehat. Tetapi, jika seorang ibu yang memberikan susu kepada
anaknya yang alergi terhadap lemak hewani karena ia menganggap bahwa susu adalah minuman yang menyehatkan ia telah melakukan kesalahan aksidensi. Keadaan umum bahwa susu itu sehat tidak cocok dengan kondisi aksidental bahwa anak alergi terhadap lemak hewani.

8) Petitio Principii
Kesalahan ini terjadi jika argumen yang diberikan telah tercantum di dalam
premisnya. Misalnya kalimat “Ular itu mengandung racun karena ia berbisa; kedua hal itu sama saja, karena tidak berbeda” adalah contoh-contoh petitio principii. Tentu saja kesalahan itu akan mudah dikenali jika pernyataan dan argumennya berdekatan atau sama pernyataannya. Tetapi kedua hal itu mungkin dipisahkan oleh puluhan bahkan ratusan halaman suatu buku. Misalnya saja pada awal tulisannya seseorang pengarang mengemukakan pola-pola kalimat bahasa Melayu Riau sama dengan pola kalimat bahasa
Malaysia. Pada akhirnya ia menyimpulkan bahwa pola kalimat bahasa Malaysia tidak memperlihatkan hal-hal yang berbeda dengan pola kalimat bahasa Melayu.
Kadang-kadang petitio principii ini berwujud sebagai argumentasi berlingkar:
A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D dan D disebabkan A.

9) Kesalahan Komposisi dan Divisi
Kesalahan komposisi terjadi jika kita menerapkan predikat individu kepada
kelompoknya. Misalnya Oni adalah mahasiswa, ia suka berdansa. Jadi mahasiswa suka berdansa. Sebaliknya jika predikat yang benar bagi kelompok kemudian dikenakan kepada individu anggotanya, maka akan terjadi kesalahan divisi. Misalnya saja pada mobil yang besar, baut-baut yang digunakan besar-besar juga. Jika sebuah sekolah dinilai baik maka setiap gurunya dinilai baik.

10) Kesalahan karena Pertanyaan yang Kompleks
Pertanyaan yang kompleks di sini bukan hanya yang dinyatakan dengan kalimat
kompleks saja, melainkan juga yang dapat menimbulkan banyak jawaban. Misalnya pertanyaan, “Apakah benda itu?” akan menghasilkan berbagai jawaban misalnya sebagai istilah ekonomi, fiska, hukum, dan sebagainya.

11) Non Secuitur (kesalahan konsekuen)
Kesalahan ini terjadi jika dalam suatu proposisi kondisional terjadi pertukaran
antara anteseden dan konsekuen. Misalnya. “Jika anda seorang pencuri, maka anda bekerja pada malam hari”, disamakan dengan “Jika anda bekerja pada malam hari, anda seorang pencuri”.

12) Ignoratio Elenchi
Kesalahan ini sama/sejenis dengan argumentum ad Hominem, ad Verucundiam,
ad Baculum dan ad populum yaitu tidak ada relevansi antara premis dan kesimpulannya. Tetapi, Ignoratio elencbi tidak disebabkan oleh bahasa, melainkan karena isi argumentasinya tidak relevan dengan pernyataannya. Misalnya seorang ketua RT mengemukakan kepada warganya bahwa RT perlu memungut iuran untuk petugas kebersihan. Untuk mendukung gagasan itu ia menjelaskan peranan kebersihan dalam menciptakan kesehatan dan keindahan lingkungan; padahal yang harus dibuktikan ialah bahwa iuran itu harus dibayarkan, bukan segala teori tentang kebersihan.